
komunikasi hati,
mungkin ?
apakah dia ada ?
atau cuma sekedar utopia-ku ?
setiap kali merindu,
yang muncul adalah dengung untuk bertemu,
sekedip wajahpun cukup membawaku,
bertemu.
April 26, 2008
di sini
Diposkan oleh
Mahatma
di
Saturday, April 26, 2008
3
komentar
April 24, 2008
Kanonik perkawinan

ujian yang relatif.
bertemu dengan ujian kanonik perkawinan,
ternyata "njlimet"
harus tahu di mana menyelidiki perkawinan,
surat apa saja yang dibutuhkan,
siapa yang harus menikahkan, dll.
semua pertanyaan administratif !
Pertanyaanku : apa relevansinya?
trus ngapa ? khan gak mo kawin to ?
seharusnya hal seperti ini diurusi oleh administrator aja,
pastor paroki gak usah ngurus yang kayak gini !
hehehe.. jadi, gak usah ada ujian yang susah kayak gini.
Sebenarnya, apa yang ditekankan dari ujian tadi ?
Kelihatannya lebih mau mengajak tertib dalam administrasi,
lalu? kalo administrasi beres, urusan umat beres, lancar.
Dengan kata lain memudahkan umat.
Jadi, Ini bagian pelayanan imam.
Untuk dapat melayani umat dengan baik,
ini salah satu pelajarannya.
Belajar dan membiasakan diri, membuat etos.
gambar dicatut dari : http://senowahyu.multiply.com/journal/item/295/Dimanapun_ada_dia_jadi.......?&item_id=295&view:replies=threaded
Diposkan oleh
Mahatma
di
Thursday, April 24, 2008
1 komentar
April 22, 2008
Keadilan sebagai Differance : Penyelidikan Paham Keadilan menurut Jacques Derrida dalam teks "Force of Law: The Mystical Foundation of Authority"

skripsi sudah kelar !
segala upaya dan usaha selama satu tahun
telah digelar dalam drama satu babak selama satu jam !
pentas telah ditutup dengan hasil yang memuaskan.
Diposkan oleh
Mahatma
di
Tuesday, April 22, 2008
1 komentar
April 18, 2008
lisa lukman

tulisan ini tentang seorang sahabat
yang mengajarkan kosong dan diam.
yang tak lagi dapat menjawab pertanyaanku,
yang diam,
yang kuhirup dalam satu tarikan nafas.
dan ia kembali kepada kosong.
LISA LUKMAN,
seorang teman* mempersilakan saya mengutip sms terakhir dari lisa :
TanganNya menekanku siang dan malam.
Tubuhku disesahNya.
Tidak sedikitpun Dia memberi kelegaan padaku.
Airmataku sudah kering, tubuhku ngilu,
dan doa-doaku seperti hilang terbawa angin
Tapi aku tetap memilih dekat denganNya
dan biarlah tubuhku hancur karena tanganNya.
* lihat http://cultural-ministry.blogspot.com/2008/04/eulogy.html
dari saudari maya.
Diposkan oleh
Mahatma
di
Friday, April 18, 2008
2
komentar
April 17, 2008
diam yang kosong
seminggu ini, aku berkenalan dengan Heidegger.
mulanya dari Seorang Dosen yang mencoba membantu
mendengarkan latihan presentasi skripsi.
Saat tahu bahwa pendasaran metafisikaku tidak mantab,
ia menyodori teks Metafisika Heidegger.
Menurut pembacaannya, Heidegger mau
membahas essensi dari Ada yaitu Kosong.
aku langsung tertarik karena ternyata cocok dengan
skripsi.
pertemuan kedua dengan Heidegger, muncul pas aku
kuliah filsafat bahasa.
Dosen yang lain membahas bahwa filsafat bahasa Heidegger
bukan yang paling terkenal tapi yang paling
berarti.
Menurutnya, Keterbatasan bahasa mengantar pada puisi.
Lebih masuk lagi, puisi mengantar pada diam.
Inti dari bahasa adalah diam.
Kembali, aku tertarik lagi, cocok dengan skripsi.
"kosong", "diam".
Lha, yang belum jelas, "Bahasa adalah Rumah Ada"
kalo Ada adalah kosong dan bahasa adalah diam,
bukankah aku akan masuk dalam diam yang kosong ?
masuk dalam rumah kosong ?
keharusan menyatakan tentang diam,
sudah mengkhianati diam,
lalu, apakah akan mendiamkan diam
lalu bagaimana akan berbicara tentang inti dari bahasa yang diam itu ?
dengan diam ?
*gambar dicatut dari Martin Heidegger in the woods www.brown.edu/.../
Diposkan oleh
Mahatma
di
Thursday, April 17, 2008
1 komentar
April 15, 2008
KOSONG
hari ini mendengar sharing dari ibu Ratih Andjayani Ibrahim,
kalo dari wajah, penampilan, umurnya paling tiga puluhan,
tapi dari sharingya, sudah empat puluhan,
menarik, sharingnya santai, ketawa-ketiwi, mungkin ratih banget !
satu hal yang menarik yaitu refleksinya tentang kekosongan,
dalam usaha dan penantian akan anak yang tak kunjung tiba (9 tahun)
dia merasakan adanya keputusasaan di sana-sini, sudah hampir menyerah,
bahkan sempat enggan melihat tespeg.
Suatu ketika, sepulang dari Ziarah ke tanah suci dan berdoa di tempat
dia "telat" ! memang sebelum ke tanah suci sudah di"sangoni" oleh suami,
tapi hal semacam itu tidak banyak dianggap serius,
bayangkan ! pengalaman 9 tahun pasti telah
membentuk sikap untuk tak langsung percaya pada hal-hal seperti "telat".
Kebetulan mencoba testpag, dan hasilnya POSITIF !
Reaksinya ? biasa, ya, biasa dan katanya " Kosong" !
wow, hal yang dinantikan dengan usaha selama sembilan tahun,
saat akhirnya diperoleh, malah kosong.
mungkin ada kata lain selain kosong, mungkin bingung,
belum pengalaman, tidak bisa menempatkan diri dalam pengalaman macam itu.
Pencapaian hal yang dinantikan dengan usaha keras, bisa juga
sampai pada suatu kekosongan, bukan suatu hal yang penuh kesukaan,
tak sama dengan bayangan ketika mengusahakannya.
Bila akhirnya sampai pada pengalaman macam ini,
arah apakah yang dituju ?
bukankah Heidegger juga mengatakan
bahwa dasar dari "Ada" juga merupakan kekosongan belaka ?
Dasar yang kosong, tak heran mengarahkan pada kekosongan juga.
Tak heran ? ya,
tetapi ke-tak heran-an itu hanya dalam hal yang sangat logis,
abstraksi belaka ?
Bukankah manusia selalu berusaha mencari kepenuhan,
berusaha mencari makna dan suatu tujuan yang pasti, yang terputuskan !
Apakah pemikiran semacam itu adalah suatu usaha manusia untuk
keluar dari situasi dirinya yang berdiri dalam kekosongan ?
Mungkin,
dan Derrida mengatakan "Kita hanya dapat mengatakan mungkin"
kosong, nihil,
ibu ratih !
memang benar, kekosongan dapat kita temui,
dalam pengalaman-pengalaman harian kita,
kekosongan adalah rahimmu !
kosong adalah rahim yang memberikan kehidupan,
kosong adalah pemberi kehidupan,
ialah tempat paling dirindu oleh semua,
semua merindu rahim,
semua merindu kosong,
tetapi kosong tak terlihat,
kosong tak terdengar,
kosong tak tercium, teraba bahkan terasa,
rindu kosong adalah rindu yang kosong !
ibu ratih, kosong menanti di hadapanmu !
selamat bertemu dalam kosong!
Diposkan oleh
Mahatma
di
Tuesday, April 15, 2008
0
komentar
April 14, 2008
memafkan diri sendiri
apa yang tertulis biarlah tertulis !
selama dua minggu setelah persiapan skripsi,
inilah hari yang paling menentramkan.
Apa yang tertulis di Skripsi biarlah tertulis.
Aku mencoba untuk menerima apa yang tertulis.
Bagiku ini adalah cara untuk mau memaafkan diri sendiri.
Memaafkan diri sendiri itu tidak mudah !
Berawal dari memaafkan diri sendiri, akhirnya aku mau
maju dan memulai sesuatu yang baru.
Atau,
ini adalah suatu penyelesaian yang membawa pada suatu
perkembangan.
untuk inisial S. W.
terimakasih untuk pelajaran memaafkan diri,
juga untuk W.S. dan S. H.
*gambar dicatut dari
shall harken By Auntie P on Flickrwww.flickr.com
Diposkan oleh
Mahatma
di
Monday, April 14, 2008
0
komentar
April 11, 2008
ibu
kadang-kadang aku merasa bahwa aku itu pandai,
di lain waktu, aku sadar bahwa aku memang pandai,
dan di lain kali, aku heran "lho kok aku bisa sepandai itu ?"
penanda "kadang-kadang", "di lain waktu" dan "di lain kali"
memberiku kesadaran,
berarti tidak selamanya aku pandai ! hahahaha....
semua orang juga tahu lah !
tapi ini cerita tentang teman dan ibuku.
hari-hari terakhir disibukkan dengan presentasi skripsi.
setiap hari menemani presentasi, entah aku yang presentasi
atau menunggu teman yang presentasi.
lelah, sangat lelah
tiap kali harus masuk dalam permasalahan yang bukan menjadi konsernku,
masuk dan berusaha untuk bertanya, melihat sisi yang bisa dipermasalahkan
ingat : ini latihan ujian skripsi.
lebih baik tidak bisa menjawab sekarang daripada pas ujian.
pertanyaan juga diusahakan yang setajam-tajamnya.
sampai habis,
kata seorang teman "do the best and fuck the rest !"
latihan, pertemuan, dialog, sapaan, dan berakhir dengan lelah.
bukan habis, ada gumpalan kepuasan,
usaha, kerja keras !
teman-teman di dalam lingkaran presentasi,
apakah semua berpikir seperti ini ?
lha tentang ibu,
kemaren di telpon ibu bilang :
"le aja lali gusti ya !"
cuma perkataan itu saja,
tapi membuat aku plong, lega banget !
seakan diingatkan tentang kepuasan dan kepenuhan yang lain,
beda dengan kepandaian, beda dengan usaha, beda dengan teman,
ini adalah kepuasan relasi dengan TUHAN.
*gambar dicatut dari : www.normankoren.com/
Diposkan oleh
Mahatma
di
Friday, April 11, 2008
0
komentar
April 10, 2008
parno
cemas,
"itu adalah cara untuk mengetahui Ada" menurut Heidegger,
"tenane", begitu kataku !
Heidegger omong seperti itu sepertinya ia tidak merasakan
kecemasan sebagai suatu hal yang eksistensial,
yang dirasakan, dialami, dihayati,
Diposkan oleh
Mahatma
di
Thursday, April 10, 2008
0
komentar
April 07, 2008
berjalan

bukankah albert camus pernah berkata : kekecewaan bersumberkan harapan !
yup.
tapi sebelumnya BUDHA sudah mengingatkan juga hal yang sama.
masih kecewakah engkau diriku ?
lalu apakah masih akan terus berharap ?
yup.
harapan adalah kehidupan pak!
kecewa bukan musuhku, ia salah satu temanhidupku.
begitu juga dengan harapan, ia malah lahir lebih dahulu dariku.
tak lama setelah kelahirannya, aku ikut bersamanya.
lahir bersama, hidup bersama, dan pasti akan terus kuikuti ke mana langkahnya.
kecewa ?
tentu, ia juga akan kuajak serta,
bersamaku hidup berjalan harapan.
Diposkan oleh
Mahatma
di
Monday, April 07, 2008
1 komentar
lolos

ketika berhadapan dengan pengalaman lolos
aku dilolosi, dilucuti, ditelanjangi, dikuliti, dikerat.
sakitnya, beraninya, suatu harga yang sama.
ketika aku berani berdiri tegak dalam tiap selaput yang dikuliti,
aku juga diajak untuk membangun kembali tiap butir pasir yang lepas.
pengalaman satu tahun bersama dengan teks dan kata,
dan ketika akhirnya aku sendiri dikhianati oleh teks yang kubaca,
dikhianati di depan mataku,
suatu jalan yang sangat subtle.
tertipu dengan hal yang sedang kupelajari.
ajakan sinatra dengan what a wonderful world tetap gak kena !
Diposkan oleh
Mahatma
di
Monday, April 07, 2008
0
komentar
April 04, 2008
terbuka
Akhirnya blogger bisa diakses dengan mudah, lagi !
Diposkan oleh
Mahatma
di
Friday, April 04, 2008
0
komentar
sela
di sela sela penantian
mencoba membaca interval yang tersurat
reading between the lines !
Diposkan oleh
Mahatma
di
Friday, April 04, 2008
0
komentar
penyelenggaraan ilahi ?

ada satu pengalaman,
baru tadi malam
yang akhirnya membuatku
berjalan menuju satu hal :
Refleksi Ilahi.
bila harus bertemu,
suatu pengalaman yang tak terbahasakan,
manusia bertanya :
siapa/apa yang bertanggungjawab ?
siapa/apa penyebabnya ?
manusia biasa bertanya dan
menemukan bahwa harusnya
selalu ada penyebab.
harusnya selalu ada penjelasan.
selalu muncul pengalaman
yang tak terjelaskan.
selalu gagal bertemu dengan seseorang,
tiap kali mo ketemu, nelpon, ikut acara,
semuanya seperti cerita sinetron.
selalu gagal,
boleh disebut tidak jodoh (berarti percaya jodoh)
boleh disebut takdir (emang ada ? paling takdir sebagai laki2/perempuan, biologislah)
boleh disebut penyelenggaraan ilahi.
nah ini yang paling disetujui,
refleksi terus berlanjut,
memaknai hal yang tak terjelaskan,
pengalaman yang ada di luar
kategori rasional.
sementara orang mengatakan :
hanya masalah waktu (mungkin suatu saat akan terjelaskan),
pengetahuan belum cukup,
aku memilih untuk
bertemu dengan yang ilahi saja.
.....
.....
Diposkan oleh
Mahatma
di
Friday, April 04, 2008
0
komentar
Copyright © 2011 mahatmaberkata-kata
Designed by headsetoptions, Blogger Templates by Blog and Web
