Setelah hujan deras mengguyur kota solo, aku bangun "aras-arasen" dan teringat janji. aku mau nonton konser SLANK. Teman yang tak ajak ternyata tidak tahu apa itu SLANK. ketika aku menyebutkan SLANK, nama STINK malah yang diingat. memang beda angkatan, beda selera musik hahaha.....
Berangkat ke alun-alun utara SOLO dengan segar, setelah mandi, ditambah suasana setelah hujan, perjalanan menyenangkan. masuk ke alun-alun utara k.l jam 19.00. masih lengang. lalu-lintas masih lancar, meski sudah banyak yang siap-siap nonton di pinggir jalan. ternyata lapangan di tengah becek, sisa hujan siang tadi, aku berpikir-pikir, apakah memang harus becek demi menonton SLANK ? emoh ah...
Eh, ternyata, setelah diajak mencari jalan kering, aku malah terperosok dan akhirnya kaki belepotan kena lumpur. so..no retret no surender. jalan sudah dibuka, tinggal masuk. aku masuk ke konser SLANK dengan kaki belepotan, dan sandal dijinjing.
Konser ini dimulai dengan KOIL, band indie dari Bandung, disusul ANdra n the backbone, lalu ditutup dengan penampilan SLANK in Orchestra.
Menarik mencermati polah tingkah anak, semua dandan khas, baju hitam, atau minimal gelap dengan sablonan kebanyakan bertuliskan SLANK, atau grup fans SLANK, tak lupa atribut wajib, sepatu. selain itu, beberapa juga membawa bendera dan tongkatnya (jelas sembunyi-sembunyi, karena tongkat tidak boleh dibawa). Ketika sound system mulai mengeluarkan bunyi-bunyian dengan beat yang cepat dan menghentak, semua penonton terhipnotis dan mengikuti irama tersebut. seperti tersihir, atau kesurupan ringan. semua ikut bergoyang, mengikti lagu. untuk KOIL, kelihatan bahwa tak banyak yang mendengarkan lagunya. kebanyakan tertarik dengan musik KOIL yang bersifat memancing jojing. mungkin ini strategi pemanasan untuk masuknya band utama, SLANK.
Lamanya menunggu munculnya performa dari artis-artis, anak muda yang berdiri di depan mulai melakukan sesuatu, kegiatan mengolok-oloh salah satu anak, berteriak dan menciptakan keramaian. Suasana mulai agak panas sampai pembawa acara muncul dan memberi pengertian serta ajakan dengan cara yang cool abis.
Melihat lagi anak-anak yang tersihir itu, aku tertarik dengan ungkatan temanku "ada berapa ribu orangtua yang harus berdebat dengan anak untuk memberi ijin menonton konser ini ? " Pertanyaan itu mengelitikku. Iya-ya. anak seusia itu masih tergantung dengan ortu dalam hal finansial. Pasti juga ada perdebatan malam mingguan dalam penentuan uang saku. Semua orangtua pasti mengingikan anaknya aman, dan berhasil.
Akhirnya aku memang berhasil dan selamat sampai selesai konser tapi karena lapangan becek, terlihat jelas bagaimana kaki dan alas kaki kotor tanah. Celana dan beberapa baju terkena cipratannya. Pasti sampai di rumah, kembali lagi, mereka akan kena marah ortu, dipertanyakan dll. hehehe...beberapa anak mencoba membersihkan diri di pancuran di belakang patung Slamet Riyadi.
Sebagai orang muda yang mulai berumur, aku masuk lagi situasi anak muda, belajar bahasa anak muda untuk mendampingi orang muda. Inilah bahasa anak muda. Musik bukan satu-satunya bahasa anak muda, tetapi malam ini, musik membuktikan bahwa ia adalah salah satu bahasa anak muda yang paling mengena.
January 18, 2009
SLANK dan SOLO
Diposkan oleh
Mahatma
di
Sunday, January 18, 2009
6
komentar
January 08, 2009
komunitas

sudah beberapa minggu ini aku mulai memantabkan hati mengurusi blog ini, juga blog mikaelsolo. yang baru adalah aku ikut komunitas blog. pertama ikut yang jogja, lalu semarang lalu mengikuti milisnya. mengikuti milis adalah salah satu cara untuk kontak dengan situasi komunitas blog baru. ternyata, ada milis yang kegiatannya banyak, 100an tiap hari. wah, mumet bacanya, gak kenal lagi. so, aku keluar dari milis dan masuk ke Bengawan, komunitas blog solo. aktivitasnya tidak sebanyak semarang, dan yang dibicarakan agak sedikit nyambung. lega, ada sedikit sapaan.
apakah ini memang era orang berkumpul dalam komunitas-komunitas ? komunitas hobi, mulai dari makanan, motor, mobil, buku, nyanyi, komputer dan ini blog. komunitas penggemar hal yang sama dan bertukar ide, dan informasi. apa yang dicari manusia dengan gerak mengumpul ini ? kesamaan hobi semata ? atau ada sesuatu yang lain, yang menggerakkan manusia untuk mengumpul dengan manusia lain ?
aku mengambil salah satu kemungkinan yaitu bahwa manusia sendiri punya kebutuhan untuk mengumpul, bertemu dengan manusia baru. kesamaan hobi adalah salah satu pintu masuk untuk berkumpul, bertemu dengan orang baru. mungkin seperti itu. kelompok kategorial telah menggeser jauh kelompok teritorial. selain kesaman hobi, kesamaan pekerjaan, tempat kerja menjadi komunitas tersendiri. dapat dikatakan bahwa sekarang adalah jaman komunitas atau kelompok atau grup-grup. di jaman ini, perkembangan kelompok minat, kategorial mengalami pertumbuhan yang paling besar.
dulu ada kelompok anak sekolah berdasarkan sekolahnya. ada kelompok profesi berdasarkan pekerjaannya. tetapi sekarang, di dalam kelompok sekolah saja sudah banyak muncul kelompok yang lain. dalam kategori ada kategori. inilah jaman yang semakin terkategori, semakin terkotak-kotak. apakah ini mempersempit wawasan dan memperkeruh suasana ?
Bengawan sebagai salah satu komunitas juga menempatkan diri di jajaran komunitas itu. anggotanya, sejauh kuamati, disatukan oleh hobi "nge-blog", dan berasal dari latar belakang yang berbeda (umur, jenis kelamin, agama, pekerjaan, dll). keberagaman itu kemudian bergabung dalam wadah blog. mungkin ada anggota yang mengikuti grup lain. tiap anggota pasti juga mengikuti grup atau kelompok lain. bentuk terkotak-kota itu bukan pecahan puzzle, tetapi ternyata lebih seperti jaring-jaring. tiap orang punya hubungan dengan orang lain dalam kelompok yang lain. memang kelihatannya terkotak, namun, kotak itu hanya nama atau wadah saja demi penyebutan dan penyatuan. kotak itu tidak tertutup tetapi terbuka karena tiap anggota bisa berasal dari kotak yang lain dan terbuka untuk kotak yang lain.
fenomena ini cukup paradoks. semakin terkotak-kotak tetapi semakin mengenal satu sama lain, dan pengetahuan semakin luas.
viva komunitas !!!!
(gambar dicatut dari www.beingism.org)
Diposkan oleh
Mahatma
di
Thursday, January 08, 2009
7
komentar
Copyright © 2011 mahatmaberkata-kata
Designed by headsetoptions, Blogger Templates by Blog and Web