Tidak mudah membiarkan diri merasakan cinta yang diberikan oleh the others pada kita. Seringkali, banyak pengandaian telah menutup hati kita, kita menjadi tumpul dan berjalan seperti kuda yang diarahkan jalannya. Pengandaikan itu menyusutkan syukur atas cinta yang banyak kita rasakan di sekitar kita, dalam hidup kita. Dalam bentuk apakah kita biasa merasakan cinta ?
Merasakan cinta dapat kita mulai dengan merasakan desahan nafas kita. Sedikit kita sadari bahwa kita bisa bernafas sambil menghirup nafas. Nafas kita adalah kehidupan, bahkan seorang pujangga menyebut nafas kehidupan. Nafas memberi kehidupan, nafas tanda kehidupan. Kita dapat merasakan cinta sama dengan menghirup nafas itu sendiri. Menghirup nafas adalah sesuatu yang tak harus kita sadari, kita dapat dan memperoleh udara yang kita harapkan. Ketika kita sadari, kita baru tahu bahwa nafas itu rutin, bahwa nafas itu menyambung potongan-potongan hidup kita menjadi suatu lembaran yang lebih utuh. Merasakan cinta, memiliki jalan seperti menyadari bahwa kita bernafas.
The others telah berperan bagi kita. Rasa cinta yang normal, langsung kita rasakan saat kita kekurangan cinta. Saat itu, kita akan dengan mudah melihat sesuatu di luar kita yang memberikan cinta. Misalkan kita sedang jengkel dengan diri kita sendiri, dengan kebodohan kita melakukan kesalahan dalam mengerjakan soal ujian. Saat itu, kita sedang menutup segala macam jalur cinta, menutup pintu syukur kita. Hal itu sekaligus suatu peluang untuk mau merasakan cinta. Ketika ada seseorang yang datang menawarkan bantuan, mengajak makan dan memberi nasehat bahwa kesalahan kecil dan sedikit itu baik disadari sebagai pelajaran bukan sebagai penyesalan, tentu kita akan merasakan sebagai suatu cinta yang keluar dari diri seseorang. Juga pada saat kita sakit, kita mudah merasakan cinta dari orang yang merawat kita, dari orang yang menjenguk kita, dari orang lain yang membuat kita sembuh. Memang, ada juga orang yang tidak dengan mudah merasakan cinta dalam situasi kekurangan cinta. Kekurangan cinta adalah pintu terbuka untuk merasakan cinta, tetapi bukan otomatis. Orang yang terlanjut menutut mata dan menggunakan kacamata kuda, tidak melihat pintu cinta yang terbuka begitu lebar di hadapannya.
Cinta tidak hanya kita rasakan pada saat kita kekurangan (defisit) cinta. Cinta juga muncul dalam setiap pengalaman kita. Pertemanan, relasi, persaudaraaan adalah bentuk-bentuk cinta di sekitar kita. Berteman, memiliki teman, adalah bentuk cinta. Ada orang lain yang menerima kita, apa adanya, mengakui keberadaan dan eksistensi kita sebagai manusia yang unik dan utuh. Memiliki teman adalah bukti bahwa kita dicintai. Cinta juga bukan semata milik sepasang kekasih yang sedang bermesraan memadu kasih. Cinta, bagi mereka akan terasa sebagai sumber air yang tak henti-hentinya mengalir. Kita merasakan cinta dari orang di sekitar kita. Dari orangtua, lewat sapaan, lewat makanan, lewat kerja yang mereka lakukan untuk kita, lewat baju yang kita pakai, lewat kehatan. Caranya, membuka terhadap cinta the other bagi kita. Rasakanlah Cinta itu dalam diri kita, mengalir dari mana-mana dalam tubuh kita, menguatkan kita, membawa kita pada suasana hangat dan akrab. Merasakan cinta, membiarakan energi cinta mengalir dalam hidup kita akan membawa kegembiraan pada kita dalam apapun yang kita lakukan.
May 30, 2009
To be man and woman for and with others : b) Feel the love
Diposkan oleh
Mahatma
di
Saturday, May 30, 2009
0
komentar
May 13, 2009
To be Man and Woman with and for others: a) Dare to be loved

Perjalanan manusia akan sampai pada suatu titik ketika ia mempertanyakan apa yang dapat ia lakukan untuk orang lain. Orang dapat saja berjalan ke sana ke mari untuk mengaktualkan diri, membuat sesuatu yang mungkin menjadi terjadi. Atau berjalan menemukan siapa dirinya yang sesungguhnya. Dalam perjalanannya, entah sesudah aktualisasi terjadi, entah belum, akan sampailah manusia pada titik mempertanyakan kontribusinya pada orang lain, pada lingkungannya, pada dunia. Di titik inilah semangat “to be man and woman with and for others” menempatkan diri.
Sebagai suatu sprititulitas yang ditawarkan bagi kita semua, semangat ini tidak memaksa. Ia hadir bersama kehendak kita. Apa yang dimaksud dengan “to be man and woman with and for others” ? Kita dapat masuk dengan kata menjadi manusia bagi yang lain. Ada suatu gerak ke luar dari diri. Di sini, diandaikan, tak ada lagi masalah dengan diri, walalupun ada, tidak dijadikan fokus. Semangat ini mengantar kita untuk melihat dengan mata yang lebih lebar tentang apa yang dapat kita lakukan untuk “ the others”.
Siapakah “the others” ? secara umum dikatakan bahwa "the others" adalah sesama kita, orang di sekitar kita, saudara kita, orang yang kita kenal maupun yang tidak kenal, orang yang dekat dengan kita maupun yang jauh dengan kita. Bila cakupan “the others” kita perluas, akan segera muncul makhluk hidup lain seperti binatang dan tumbuhan. Di situ menyangkut makhluk hidup yang besar, menyerupai manusia, maupun makhluk hidup yang mikroskopis, yang tak terlihat oleh mata telanjang. Lebih luas lagi, saat kita melihat lingkungan sekitar kita, unsur-unsur alam penunjang kehidupan, dapat kita lihat sebagai the others. Kesimpulannya, "the others" adalah cakupan yang sangat luas, menyangkut human dan nonhuman, menyangkut seluruh ekosistem di bumi ini, bahkan benda angkasa.
Walaupun semua itu adalah the others, akantetapi, implementasi semangat “to be man and woman for and with others” mendapatkan bentuk yang lebih kuat dalam relasi dengan manusia lain. Beberapa orang merasakan bahwa relasi dengan makhluk hidup lain juga memberikan feedback yang afirmatif. Walaupun ada, relasi dengan lingkungan, tidak dengan mudah memberikan feedback positif terhadap manusia.
Menjadi manusia bagi manusia lain adalah semangat yang umum diungkapkan sebaga semangat Ignatian. Spirit ini mulai bergema dari Latihan Rohani. Dalam Latihan Rohani, seorang retretan diajak untuk menyadari bahwa ia dicintai walau ia berdosa. Cinta yang diberikan dengan Cuma-Cuma itu menuntut untuk disebarkan kepada orang lain. Oleh karena itu, syarat dari semangat ini adalah perasaan dicintai. Oleh karena itu, mulai latihan ini, saya mengajak untuk melihat seberapa besar cinta yang telah diberikan oleh manusia di sekitarku, atau alam di sekitarku. Rasakan cinta yang diberikan oleh "the Others". Rasakan segala macam cinta yang sebelumnya hanya anda andaikan begitu saja, bukalah diri anda lebar-lebar. Cinta itu sudah ada di sana, di sini, sekarang ! Rasakan seberapa besar anda dicintai ! Siapa saja yang mencintai Anda, dalam hal apa saja, kapan saja ? Anda layak dicintai ! I dare to be loved.
Diposkan oleh
Mahatma
di
Wednesday, May 13, 2009
0
komentar
Copyright © 2011 mahatmaberkata-kata
Designed by headsetoptions, Blogger Templates by Blog and Web