Selama pulang dan tinggal di rumah, suasana kampung halaman
menawarkan bunyi-bunyian yang lama tak terdengar di telinga.
Bunyi pertama adalam “lhogok”. Bunyi “lho” diucapkan dengan aksen jawa, bukan
seperti “lho!” dalam bahasa Indonesia. Sampai saat ini , penulis tidak dapat
mencari padanan bunyi ini. Sementara, bunyi “gok” diucapkan biasa. LHOGOK merupakan umpatan khas Ambarawa dan
sekitarnya di tahun 90-an yang kadang masih juga terdengar sampai sekarang.
Perasaan puas biasanya akan menemani mereka yang mengucapkan lhogok dengan lugas dan ekspresif.
