June 24, 2008

lawu


Pendakian kali ini adalah pendakian yang mendadak setelah 4 tahun tidak naik gunung. Situasinya adalah jarang olahraga, berat badan naik sudah naik 10 kg. Muncul keraguan, apa masih kuat ?

Aku putuskan untuk latihan fisik selama 2 hari dengan lari 15 menit dan renang 20 menit. Hasilnya : GUNUNG LAWU.

Banyak orang masih bertanya, apa yang dicari oleh mereka yang naik gunung ? Yang jelas, hasilnya adalah lelah, letih, pegal, lapar, dingin, puas, sepi, ringan, bahkan juga iman.

Secara fisik, kegiatan ini memang tidak begitu menyenangkan. Rasa-rasa tidak enak berhubungan dengan lelah, pegal dan lain-lain adalah efek langsung di awal pendakian. Untuk pendakian LAWU ini, semua itu sudah terbayar sejak awal. Terbayar sejak awal karena aku sudah yakin bahwa pendakian ini tidak seberat pendakian yang pernah kulakukan sebelumnya. Dalam hal ini pengalaman berbicara. Aku sudah pernah mendaki sebelumnya, lebih tinggi, lebih lama, lebih sulit. Di sisi lain, ada persiapan 2 hari tadi. Yang ada adalah persiapan dilanjutkan dengan aksi dan penyelesaikan. Targetnya adalah sampai puncak dan kembali lagi. Rencana sudah ditetapkan, kulakukan dan hasilnya memang berhasil.

Puncak adalah cerita tersendiri. Puncak gunung adalah sensasi tersendiri bagi para pendaki. Segala rasa berat dalam pendakian terbayar sekaligus kesadaran bahwa puncak bukanlah akhir, namun awal. Atau sering dikatakan Puncak adalah Happy Begining bagi para pendaki. Ini bukanlah akhir, ini adalah awal.

Yang lebih mengesankan untuk pendakian kali ini adalah mental yang kubentuk sebelum berangkat. Yang kulakukan adalah ingin mengetes diri, mental dan kemauan. Ini adalah tindakan sadar yang kulakukan di awal suatu tugas, sepertiyang sedang kujalani di Kolese Mikael Solo.

Pendakian di awal ini memberi semangat untuk bekerja di smk mikael.
semangat ! semangat !
*gambar dicatut dari : ckm.blogsome.com

June 17, 2008

solo


Pengucapannya harus benar, itulah Solo.

Silahkan ucapkan Solo ( "o" diucapkan seperti rokok) atau Solo ( "o" diucapkan seperti dalam "bakso").

Bagi mereka yang tinggal di Solo, tentu saja berbeda. Coba, yang benar bengawan solo atau bengawan sala ?

Hari ini, aku sudah 24 jam di solo. Kelihatannya akan menjadi awal yang menyenangkan dalam 2 tahun ke depan.

Powered by Blogger.