April 17, 2010

DOMPO : Baptise Wong SOLO


Bagaimana bisa disimpulan bahwa DOMPO adalah khas bagi orang SOLO ? Ada yang mengatakan bahwa bila ke SOLO belum makan gudeg ceker margoyudan, belum ke SOLO. Yang lain mengatakan bahwa ke SOLO tanpa makan tengkleng pasar klewer rasanya kurang jos. Ada yang melihat bahwa dolan ke SOLO belum lengkap bila belum mengunjungi PGS, Gladag Langen Boga atau mengunjungi keraton. Atau ada yang menempelkan SOLO dengan Batiknya, dengan kekhasan 2 keratonnya, dengan Srabinya, dengan City Walknya, dengan HIKnya, dengan Srondengnya, dengan Soto Triwindu, dengan Warung Sate Jamu/Sengsu di setiap tempat, bahkan ada yang mengidentikkan SOLO dengan perempuannya yang perkasa.

Saya sudah 2 tahun tinggal di SOLO, dan saya ingin menambah satu lagi kekhasan SOLO dengan DOMPOnya. Bagi Wong SOLO, dompo bukan hal baru. Dompo adalah sebutan bagi penyakit kulit akibat virus bernama herpes zoster. Penyakit ini mulai dengan gatal-gatal yang bila digaruk kemudian akan melepuh dan terasa panas. Gatal-gatal ini disertai warna merah dan akan mudah melebar. Mulai dari satu titik seperti gigitan nyamuk kemudian bisa melebar. Bila terlambat menangani, penyakit ini akan membuat kulit “menyoyoh”, seperti luka yang belum kering.

Saya sebut DOMPO khas SOLO karena hampir tiap orang yang saya tanyai tentang DOMPO selalu tahu dan mengatakan pernah mengalami sakit dompo. Entah menyerang bagian apapun, dan disebabkan oleh apa, saya tidak tahu. Yang pasti, orang SOLO sudah tahu obatnya dan mudah menyembuhkannya. Penyakit ini bahkan bisa lebih dari satu kali diderinta. Saya yang baru pertama kali menemui ”jenis” penyakit semacam ini mulanya kaget, takut, dan bingung. Kelihatannya menyeramkan sekali. Mungkin ini penyakit yang khas SOLO. Penyakit endemik khas SOLO. Oleh karena itu, saat bulan februari lalu, muncul titik kecil sekitar 1 cm2 di pundak dan terasa panas, saya langsung curiga, jangan-jangan ini juga DOMPO.

Segera, saya tanya orang-orang asli SOLO dan ternyata benar. Teman-teman segera memberikan obat berupa salep dan obat yang diminum, Acyclovir. Mungkin mereka semua punya persediaan di rumah sehingga tiap orang menawarkan hal yang sama pada saya. Selang 4 hari, rasa gatal dan panas hilang. Syukur, saya sudah terbebas dari DOMPO. Syukur, akhirnya saya menjadi orang SOLO.

Bagi orang yang sering berkunjung ke SOLO, mungkin suatu saat akan belum plong bila belum pernah kena DOMPO. DOMPO telah membap
tis saya menjadi orang SOLO.

Kata beberapa orang, domponya orang SOLO diakibatkan oleh serangga seperti di atas. Katanya sih namanya TOMCAT.gambar dikutip dari : http://www.sileah.com/wp-content/uploads/2009/07/serangga.jpg

Dompo ini memang menggoda karena tahu-tahun setahun setelah tidak di SOLO, saya kembali terkena. Tangan kanan ada bintik merah, panas dan muncul gejala seperti cacar air, seperti herpes (memang herpes) dan kembali saya obati dengan Aciclovir. Tentang bagaimana dan seberapa ampuh obat itu, saya sertakan link agar pembaca bisa lebih yakin karena obat ini dijual di apotek terdekat tapi perlu dosis yang tepat khan ?
1. link dari Si Pembuat Obat, Kalbe. bisa dilihat di SINI.
2. link dari toko Farmasi. bisa dilihat di SINI.
3. link dari web tentang obat. bisa dilihat di SINI.
Selamat Mencoba !

24 komentar:

hasssan said...

wah, saya juga baru terserang di dua tempat sekaligus

mahatma chryshna said...

@ hasssan : sediakan acyclovir di rumah hehehe...

ajengkol said...

wah semoga saya kalau ke Solo nggak terkena

ardian eko said...

wasyemm.. moso penyakit endemik to?
Aku ya pernah kena dompo sih.. tapi sejak di bandung, sudah hampir 4 tahun ga pernah kek gituan.. iya juga ya, ada apa..ada apa..

Anonymous said...

makasih,kang,informasinya mengena banget,tapi cara pencegahannya ada nggak ya?sobat kang Atma yang dosen kedokteran uns itu nbok ya dijawil buat penelitian gitu lho?apa sudah?

Anonymous said...

eh,jadi ingat sama "nurdin m top" yang pernah lama di solo,kira-kira...kena nggak ya....jadi pengin dengar misuh-misuhnya dia dulu.........diobati pakai apa ya?sayang,mau konfirmasi diannya dah mati...untung nggak di bom itu"brontok"kalau dibom tanggane ya melu tulung-tulung!

mahatma chryshna said...

@ ajengkol : hehehe...tunggu aja nanti bisa kena lho,...
@ ardian eko : sepurane mas, iki mung mergo aku melu ngrasakke ae susahe dadi wong SOLO hehehe
@anonymous : pencegahannya jaga stamina tubuh, aja gelem gampang stress, kui jare pak dokter...

Anonymous said...

makasih kang,tapi sorry ya?kang Atma kok bisa kena juga?lagi mikir apa hayo? jangan marah ya kang ?becanda....

Anonymous said...

oh,iya kang cara pencegahannya makan srabi aja yang banyak,dompo kan nek ora ditambani kaya srabi...

Mas Ben said...

Wah yo emoh no yen ke Solo koq disuruh ngicipi dompo. hehhehe

Salam bentoelisan
Mas Ben

mahatma chryshna said...

@anonymous : hehehe...srabi dompo ? saingane notosuman ya ?
@ mas ben : ora usah ngicipi, dompo sing bakal teko dewe hehehe...

xitalho said...

Mugo-mugo nek nang Solo rak melu keno dompo...

annosmile said...

penyakit horor iki

mahatma chryshna said...

@xitalho : nek ming dolan ae jarang keno mas, paling nek rada suwe di solo

@annosmile : sejauh anda jalan-jalan ke kota2 di Indonesia, ada penyakit kayak gini gak hehehe...

ahmedfikreatif said...

seumur-umur aq urip di solo kok belum pernah keno DOMPO nen yo??

mugo2 jangan sampai deh...

mahatma chryshna said...

@ahmedfikreatif : semoga gak kena..hehe..tapi di pernah ketemu to ?

alief said...

keknya aku pernah dah kena penyakit yang kayak gitu.gak nanggung nanggung, kena bagian pangka* paha, sakit banget rasanya

indrahuazumenggonggong said...

njenengan dapat award dari blog saya, monggo diambil...dan dijalankan kewajibannya...suwun

indrahuazumenggonggong said...

njenengan dapat award dari blog saya, monggo diambil...dan dijalankan kewajibannya...suwun

mahatma chryshna said...

@alief : baru saja aku kena lagi, ternyata dikasih minyak tawon lebih jos, tidak membekas, halus lagi. heheheh..
@ indra : matur nuwun le, piye yo carane muterke...

Anonymous said...

saya asli solo,dari kecil saya belum pernah kena
tapi setelah saya pindah ke purwodadi hampir tiap hari saya kena..

Tomcat said...

sekarang serangga ini sedang menyerang kota surabaya.. serem..

Anjieya said...

aku nang cikarang keno dompo kie...

Mahatma Chryshna said...

@Anonymous: biasanya karena badan lagi gak sehat

Post a Comment

Silahkan berkomentar bila ada reaksi setelah membaca tulisan di atas.
Terimakasih.

Powered by Blogger.