February 20, 2013

Pre-Wedding atau Post-Wedding ?

"Zaman saya dulu tidak ada photo pre-wedding mas, hanya orang-orang kaya yang buat foto kayak gitu !"

Ungkapan tadi terucap dari tetangga rumah Mas Bram, fotografer yang memotret salah seorang teman yang akan menikah.

Minggu lalu, teman lama saya minta tolong dipinjami vespa untuk pre-wedding. Mengingat vespa saya tidak eye-catching, saya pinjamkan vespa teman satu asrama yang lebih tua dan terawat. Saya mengantar vespa sekaligus ingin melihat proses pemotretan.
***

Foto sebelum pernikahan menjadi semakin umum dilakukan oleh pasangan yang akan menikah. Foto tersebut biasanya akan digunakan antara lain di dalam undangan pernikahan, dicetak besar dan ditempatkan di tempat resepsi pernikahan, serta dibuat slideshow untuk diputar pada waktu pernikahan.

Seingat saya, kebiasaan foto sebelum pernikahan ini mulai marak setelah tahun 2000, terutama dengan semakin berkembangnya teknologi fotografi. Alat pengambil gambar yang semakin canggih membuat semakin banyak orang menggunakan foto untuk berbagai kegiatan sebelum menikah.

Ada banyak tanggapan terhadap munculnya budaya baru ini. Di jajaran yang menganggap miring pre-wedding ada yang mengatakan bahwa pre-wedding itu haram. Ada pula yang mengatakan bahwa pre-wedding itu mahal. Selain itu, ada yang mengatakan bahwa pre-wedding itu tidak lebih penting daripada menjalankan pernikahannya sendiri.

Selain pendapat di atas, ada juga yang mengatakan bahwa pre-wedding itu penting karena menggambarkan kemesraan pasangan, menjadi moment yang istimewa, demi keren pernikahan, agar ada kenangan bagi anak-cucu.

Saya sendiri termasuk orang yang tidak anti pre-wedding. Bila alasannya mahal, sekarang banyak jasa pre-wedding yang tidak mahal, namun hasilnya bagus. Kita bisa juga mencari orang di sekitar kita (kakak, adik, sepupu, tetangga, ponakan ) untuk memotret dengan harga yang tidak mahal. Tentu harga mahal atau tidak tergantung nama fotografer serta kualitas yang dijaminkan. Saya sendiri punya pendapat lain tentang kebiasaan ini.

Saya bayangkan bahwa foto pre-wedding akan lebih fresh dan menampakkan ungkapan kasih satu sama lain daripada pada saat pernikahan. Bayangan saya, saat menikah, pasangan suami-istri sudah lelah dengan "tetek bengek" upacara dan pesta sehingga wajah dalam foto tidak akan lebih segar daripada pre-wedding.

Foto pre-wedding dapat juga dijadikan sebagai gambaran akan harapan menjalankan hidup berumahtangga; Harapan bahwa walaupun mengetahui kekurangan pasangan saya, saya tetap berkomitmen untuk hidup bahagia dan membangun kebahagiaan bersama dengan pasangan saya itu. Foto tersebut bisa dipasang dan dijadikan pajangan saat sudah menikah; dijadikan pengingat apabila mengalami persoalan yang dihadapi. Mungkin terkesan klise, namun semakin banyak mengingat saat-saat bahagia dalam relasi bersama, akan membuat pikiran terhadap pasangan akan menjadi lebih positif.

Pengandaian saya ini tentu didasarkan bahwa mereka yang akan menikah tentu saja sudah saling mengenal satu sama lain sehingga pre-wedding bukan hanya menjadi gambaran ideal khayal bahwa pernikahan itu akan bahagia setiap hari seperti di dalam foto, namun suatu komitmen untuk mewujudkan kebahagiaan itu bersama. Oleh karena itu, keberhasilan pernikahan dapat dilihat ketika pernikahan sudah berumur lebih dari 30 tahun dan satu sama lain masih terus berkomitmen hidup bersama dan mewujudkan kebahagiaan seperti nampak dalam foto pre-wedding.

Akhirnya, pre-wedding akan mendapat makna ketika post-wedding dan menjalankan komitmen bersama sampai akhir. ***

11 komentar:

Heru Lesmana Syafei said...

Wah, penjelasan yg lengkap dengan cara pandang yg adil.
Kalimat akhirnya itu lho yg jleb banget :D

Mahatma Chryshna said...

halo mas heru,...wah fotografer ya ? pre wed juga nih hhehehe...

Indira Partosobroto said...

Manteb tenan.. Wis pantes dadi konselor pra pernikahan opo pernikahan :) eh, kayana pingit sm kolsani cucok buat tpt pre wedding.. *mengincar

Indira Partosobroto said...

Manteb tenan.. Wis pantes dadi konselor pra pernikahan opo pernikahan :) eh, kayana pingit sm kolsani cucok buat tpt pre wedding.. *mengincar

Mahatma Chryshna said...

hahaha...lha mari, kene2, tak jadi agennya ya...sewa tempat u foto

Anonymous said...

I love your blog.. very nice colors & theme.
Did you create this website yourself or did you hire someone to do it for you?
Plz respond as I'm looking to construct my own blog and would like to find out where u got this from. many thanks

my web blog http://www.newlifeimage.com/

Mahatma Chryshna said...

tks anonymous : i got this template from http://blogandweb.com/ and created by http://www.headsetoptions.org/

Solochanger said...

jaman sudah berubah ya, dulu jarang sekarang mungkin sudah menjadi kewajiban foto dulu sebelum ijab. heheh

Mahatma Chryshna said...

@solochanger : minimat buat syarat ijab heheh

kharis alimoerdhoni arief said...

Ini peluang bisnis loh. Sadar gak?

Mahatma Chryshna said...

@kharis alimoerdhoni arief : iya kang, bener2...

Post a Comment

Silahkan berkomentar bila ada reaksi setelah membaca tulisan di atas.
Terimakasih.

Powered by Blogger.