April 17, 2008

diam yang kosong

seminggu ini, aku berkenalan dengan Heidegger.
mulanya dari Seorang Dosen yang mencoba membantu
mendengarkan latihan presentasi skripsi.
Saat tahu bahwa pendasaran metafisikaku tidak mantab,
ia menyodori teks Metafisika Heidegger.
Menurut pembacaannya, Heidegger mau
membahas essensi dari Ada yaitu Kosong.

aku langsung tertarik karena ternyata cocok dengan
skripsi.

pertemuan kedua dengan Heidegger, muncul pas aku
kuliah filsafat bahasa.
Dosen yang lain membahas bahwa filsafat bahasa Heidegger
bukan yang paling terkenal tapi yang paling
berarti.
Menurutnya, Keterbatasan bahasa mengantar pada puisi.
Lebih masuk lagi, puisi mengantar pada diam.
Inti dari bahasa adalah diam.

Kembali, aku tertarik lagi, cocok dengan skripsi.
"kosong", "diam".

Lha, yang belum jelas, "Bahasa adalah Rumah Ada"
kalo Ada adalah kosong dan bahasa adalah diam,
bukankah aku akan masuk dalam diam yang kosong ?
masuk dalam rumah kosong ?

keharusan menyatakan tentang diam,
sudah mengkhianati diam,
lalu, apakah akan mendiamkan diam
lalu bagaimana akan berbicara tentang inti dari bahasa yang diam itu ?
dengan diam ?

*gambar dicatut dari Martin Heidegger in the woods www.brown.edu/.../Harmansah/resources.html

1 komentar:

Melita said...

Wah, Heidegger....
Dia sendiri tulisannya cukup rumit deh........
Tapi kisahnya dengan Hannah Arendt sangat menarik bagi pecinta roman... ;p

Post a Comment

Silahkan berkomentar bila ada reaksi setelah membaca tulisan di atas.
Terimakasih.

Powered by Blogger.