January 08, 2009

komunitas


sudah beberapa minggu ini aku mulai memantabkan hati mengurusi blog ini, juga blog mikaelsolo. yang baru adalah aku ikut komunitas blog. pertama ikut yang jogja, lalu semarang lalu mengikuti milisnya. mengikuti milis adalah salah satu cara untuk kontak dengan situasi komunitas blog baru. ternyata, ada milis yang kegiatannya banyak, 100an tiap hari. wah, mumet bacanya, gak kenal lagi. so, aku keluar dari milis dan masuk ke Bengawan, komunitas blog solo. aktivitasnya tidak sebanyak semarang, dan yang dibicarakan agak sedikit nyambung. lega, ada sedikit sapaan.

apakah ini memang era orang berkumpul dalam komunitas-komunitas ? komunitas hobi, mulai dari makanan, motor, mobil, buku, nyanyi, komputer dan ini blog. komunitas penggemar hal yang sama dan bertukar ide, dan informasi. apa yang dicari manusia dengan gerak mengumpul ini ? kesamaan hobi semata ? atau ada sesuatu yang lain, yang menggerakkan manusia untuk mengumpul dengan manusia lain ?

aku mengambil salah satu kemungkinan yaitu bahwa manusia sendiri punya kebutuhan untuk mengumpul, bertemu dengan manusia baru. kesamaan hobi adalah salah satu pintu masuk untuk berkumpul, bertemu dengan orang baru. mungkin seperti itu. kelompok kategorial telah menggeser jauh kelompok teritorial. selain kesaman hobi, kesamaan pekerjaan, tempat kerja menjadi komunitas tersendiri. dapat dikatakan bahwa sekarang adalah jaman komunitas atau kelompok atau grup-grup. di jaman ini, perkembangan kelompok minat, kategorial mengalami pertumbuhan yang paling besar.

dulu ada kelompok anak sekolah berdasarkan sekolahnya. ada kelompok profesi berdasarkan pekerjaannya. tetapi sekarang, di dalam kelompok sekolah saja sudah banyak muncul kelompok yang lain. dalam kategori ada kategori. inilah jaman yang semakin terkategori, semakin terkotak-kotak. apakah ini mempersempit wawasan dan memperkeruh suasana ?

Bengawan sebagai salah satu komunitas juga menempatkan diri di jajaran komunitas itu. anggotanya, sejauh kuamati, disatukan oleh hobi "nge-blog", dan berasal dari latar belakang yang berbeda (umur, jenis kelamin, agama, pekerjaan, dll). keberagaman itu kemudian bergabung dalam wadah blog. mungkin ada anggota yang mengikuti grup lain. tiap anggota pasti juga mengikuti grup atau kelompok lain. bentuk terkotak-kota itu bukan pecahan puzzle, tetapi ternyata lebih seperti jaring-jaring. tiap orang punya hubungan dengan orang lain dalam kelompok yang lain. memang kelihatannya terkotak, namun, kotak itu hanya nama atau wadah saja demi penyebutan dan penyatuan. kotak itu tidak tertutup tetapi terbuka karena tiap anggota bisa berasal dari kotak yang lain dan terbuka untuk kotak yang lain.

fenomena ini cukup paradoks. semakin terkotak-kotak tetapi semakin mengenal satu sama lain, dan pengetahuan semakin luas.

viva komunitas !!!!
(gambar dicatut dari www.beingism.org)

7 komentar:

Tukan Nulis said...

Bravo Bengawan

mahatma chryshna said...

ocre

blontankpoer said...

paradoksnya malah bikin asyik, kan...
mahatma, kapan ikutan kopdar?

asyik tulisan sengsunya....

haris said...

salam, mas. ayo gabung ke bengawan!

mahatma chryshna said...

lho, kan uwis gabung via milis
kapan2 kop dar tak ikut !!

Dony Alfan said...

Analogi dari sampeyan bagus sekali. Mari ramaikan Bengawan

Webmaster said...

nice post, salam kenal deh...

Post a Comment

Silahkan berkomentar bila ada reaksi setelah membaca tulisan di atas.
Terimakasih.

Powered by Blogger.