
sore ini, aku gremeng-gremeng di kamar mandi
menyanyikan lagu-lagu yang spontan muncul.
bayangan suasana rumah,
saat bapakku mengidungkan
lagu-lagu jawa, muncul begitu saja.
tak sadar aku menyanyikan, tanpa kata-kata
yang berarti, dengan irama yang datang bersama
dengan tubuhku.
menyanyi adalah hal yang biasa dalam hidup.
hal yang normal, itu adalah bunyi-bunyi yang ditata.
terhadap nyanyian yang tertata dalam melodi dan irama,
aku terhibur.
baru kali ini, aku tertangkap oleh momen kebenaran
untuk merenungkan bernyanyi dan juga nyanyian.
aku membedakannya dengan menampilkan nyanyian.
bernyanyi adalah menjadi manusia.
aku ingat dengan renungan mangunwijaya,
kelihatannya dalam bukunya "ragawidya"
ia juga membahas menyanyi sebagai aspek manusiawi.
mengapa agama-agama menyanyi ?
menata bunyi untuk menyembah Allah mereka ?
menyanyi adalah ungkapan hati,
meningkatkan kemanusiaan untuk berpada dengan
irama dunia.
mungkinkah dengan bernyanyi aku semakin menjadi diriku ?
bersatu dengan semesta ?
March 28, 2008
bernyanyi
Diposkan oleh
Mahatma
di
Friday, March 28, 2008
1 komentar
March 25, 2008
ular hijau
aku melihat ular berwana hijau
bergerak makin menjauh dan membesar
meliuk-liuk di atas rumah di samping rumah
siapakah engkau ?
apakah engkau yang selalu menggangguku
dengan bisikan-bisikan tentang harapan-harapan itu ?
ular hijau itu terus bergerak
kadang tak terlihat
tetapi segera melonggolkan kepalanya yang licin di atas rumah tetanggaku.
di manakah engkau sembunyikan segala desismu ?
sapaanmu bukan desismu,
aku butuh engkau yang ular,
engkau terlalu halus bagiku
engkau terlalu baik bagiku
aku mengingingkan engkau sebagai ular,
ular hijau itu berkata,
aku selalu di sampingmu,
memberi warta harapan baru,
dalam kemantapan jalanmu,
lihatlah aku selalu ada !
ular hijau kembali menyelinap,
aku tahu, pasti kepalanya akan segera muncul
ular hijau,
kapan engkau menjadi ular lagi ?
yang benar-benar sangar ?
menggigit, melilit, menelan, mematuk ?
Diposkan oleh
Mahatma
di
Tuesday, March 25, 2008
2
komentar
Label: poem
perang absurd (hart's war)

pernah denger tentang perang yang adil ?
atau konvensi jenewa yang mengatur perang yang lebih manusiawi ?
kelihatannya absurd berucap tentang perang yang adil, yang lebih manusiawi.
film ini menyuguhkan sesuatu yang sulit dipahami oleh orang indonesia,
atau mungkin oleh kebanyakan orang timur ( hahaha....vocab postkolonial banget )
bagaimana mungkin seorang kolonel tawanan perang dapat berdiri tegak
dan berbicara dengan dignity yang setara dengan kolonel tentara yang menjaganya.
bagaimana mungkin hal itu terjadi di tahun 1945 !
bagaimana perlakuan tentara di Indonesia terhadap tawanan,
perlakuan jepang terhadap tawanan perang,
perlakukan NICA (yang post1945) terhadap tentara tawanan ?
film tersebut berhasil menarik perhatianku pada perang !
hal yang selama ini hanya asyik sejauh ada dalam film,
lalu, apa yang dipikirkan oleh tentara perang dunia 2 itu ?
perang dilihat sebagai suatu kewajiban,
tak ada yang lain.
kewajiban yang di dalamnya terdapat suatu aturan main
yang harus diikuti.
layaknya main sepakbola, tetapi lebih lama dan cakupan wilayah
bukan hanya lapangan sepakbola tetapi suatu negara, atau benua.
pemain sepakbola profesional akan memperlakukan permainan
sebagai permainan.
mereka tidak memperlakukan permainan dengan main-main.
permainan bukan sesuatu yang main-main belaka, tetapi serius.
hahaha.....memang, ini sudah direfleksikan oleh Driyarkara.
bila perang dilihat sebagai game,
sebenarnya tak ada lho kebencian pribadi.
perang adalah permainan.
di satu sisi, ini adalah humanisasi, menjinakkan kekacauan perang,
tetapi apakah dengan ini, juga terjadi suatu pembelaan terhadap perang ?
bukankah perang itu eksesnya juga kena pada rakyat biasa yang tak bersalah ?
adakah perang yang benar2 hanya melibatkan tentara ?
adakah perang yang steril dari ekses kepada rakyat, kepada bumi ?
perang khan dehumanisasi, kata beberapa orang !
dan ketika dianggap sebagai game, hahaha...ini tambah absurd.
kira-kira permikiran tersebut muncul dari mana ya ?
bila menilik sebentar ke sejarah barat
khan ada pembedaan golongan masyarakat !
ada bangsawan (tukang perang, strategi, pemilik tanah)
ada ksatria/knight (tukang perang langsung)
ada rohaniwan ( tukang sembayang)
ada pedagang ( cikal bakal kapitalis eh bukan hihi...interpreuner)
kata temanku yang mendalami perang,
pikiran tentang perang sebagai game, sebagai kewajiban,
itu berhubungan dengan penggolongan masyarakat macam itu.
nah, sebagai ksatria, perang itu ada kehormatannya,
ada tradisi aturan yang dihayati.
so, cukup masuk akal ketika dalam film tersebut,
nampak ada kesejajaran antara tentara tawanan dan tentara penjaga.
nampak sekali permainan yang dihayati,
menghayati perang, hahaha.....
itu baru sedikit kupahami,
tapi untuk menyetujui, ambil posisi, belum ah....
perang bagiku masih suatu dehumanisasi....
Diposkan oleh
Mahatma
di
Tuesday, March 25, 2008
1 komentar
March 24, 2008
minggu siang
minggu siang si anak berumur tujuh tahun’
acara teve yang sudah berakhir,
panas sore hari yang diam.
Melihat seluruh dunia yang sedang istirahat.
diamnya dunia di saat minggu siang,
ditimpa oleh beban tiap orang yang dilemparkan,
Beban yang ditinggal setiap hari minggu,
ingin tetap dikenang agar makin ringan.
Hari yang sangat berat di minggu siang.
Keluh kesah yang ingin ditinggalkan,
segera dibuang tanpa dinikmati.
minggu siang bergerak ke depan,
menarik beban berat yang menggantunginya dengan harapan,
minggu mencurahkan kekuatannya
untuk menyeret segala beban yang ditimpakan kepadanya,
beban yang semakin berat karena pandangan tak mau lurus ke depan.
angelus novus menarik beban sejarah dengan terengah-engah,
semua menoleh ke belakang,
tanpa mau menatap ke depan,
bahkan mundurpun enggan.
sia-sia si penarik waktu,
hanya ditemani si anak berumur tujuh tahun,
yang kebetulan bangun dari tidur
yang terengah, lupa mematikan siaran teve.
teve yang habis hanya sampai jam dua,
seakan membiarkan manusia untuk terlena,
menghabiskan waktu yang tersisa,
enggan segera menghempaskannya,
Manusia-manusia yang enggan bangun tidur.
si anak berumur tujuh tahun,
segera melihat dunia yang sedang tertidur,
kembali asyik dengan impiannya,
merogoh-rogoh tiap sudut rumahnya
berharap menemukan sisa telur paskah yang belum ditemukan,
“permainan belum berakhir” gumamnya.
Angelus novus tak juga beranjak
juga mencari dalam ingatan,
kegembiraan karena harapan,
harapan yang tersisa di masa lalu.
si anak berumur tujuh tahun terus berjalan,
Angelus novus diam tak segera menyeret minggu siang,
Panas tetap diam, memeras keringat dunia yang tertidur.
Angelus novus menyerah pada si anak,
Sejarah harus ditarik,
Minggu siang yang telah diperlama,
tak juga membangunkan manusia yang tidur.
Waktu yang berhenti hanya dinikmati oleh si anak berumur tujuh tahun.
Kembali,
minggu siang yang diam, keheningan yang menyiksa,
diselesaikan dengan keringat di ranjang.
Anak berumur tujuh tahun yang merogoh-rogoh sisa telur paskah
terus bermain tanpa memandang tatapan iba angelus novus,
memoria yang ditakuti masih menghantuinya.
Harapan masa lalu yang dirusak oleh pandangan ke depan,
Penghantuan yang tak pernah selesai,
Selalu menunggu di minggu siang,
ditarik begitu lambat menuju sore,
dengan pandangan menghamba, ia berkata :
“nak bolehkah kucarikan telur paskahmu ? “
Si anak terdiam,
Takut permainannya hilang,
Minggu siang tetap lambat menuju sore,
Permainan tetap riang, bersama angelus novus yang kelu.
Diposkan oleh
Mahatma
di
Monday, March 24, 2008
1 komentar
putus
bloger yang sambungan internetnya dodol gak enak ya !
seringkali gak nyambung.
putus di tengah jalan
wah....
Diposkan oleh
Mahatma
di
Monday, March 24, 2008
0
komentar
March 23, 2008
pas
masih ingat JOKO PINURBO !
puisi ini selalu nyanthol saat paskah
Celana Ibu
maria sangat sedih menyaksikan anaknya
mati di kayu salib tanpa celana
dan hanya berbalutkan sobekan jubah
yang berlumuran darah
ketika tiga hari kemudian Yesus bangkit dari mati,
pagi-pagi sekali Maria datang ke kubur anaknya itu,
membawakan celana yang dijahitnya sendiri
'Paskah?" tanya Maria
"Pas sekali, Bu," jawab Yesus gembira
mengenakan celana buatan ibunya
Yesus naik ke surga
(Joko Pinurbo, 2004)
aku tidak suka celana buatan ibuku,
aku lebih suka celana buatan pabrik,
ibuku tidak pandai menjahit,
dan pasti tidak pas,
ibu, selamat paskah !
Diposkan oleh
Mahatma
di
Sunday, March 23, 2008
0
komentar
harapan
kegembiraan dan harapan.
dua hal yang seringkali berjalan bersama.
apa yang menggerakkan orang melakukan sesuatu ?
harapan.
matikanlah harapanmu, maka hilanglah hidupmu.
harapan adalah kehidupan.
hidup tanpa harapan ?
seperti apa ?
paskah adalah awal harapanku,
paskah juga yang merampas harapanku.
impaslah sekarang.
harapan,
hendak kujaga dalam memoriaku.
seperti anak kecil yang bersemangat mencari telur paskah,
merogoh-rogoh setiap kolong,
mengintip-intip setiap lubang,
menghentak-hentak setiap atap,
harapan akan sebutir telor paskahku,
dan ia hanya memoria.
paskah telah merampas harapanku,
aku bukan lagi si kecil yang lincah berlari mencari telur paskah.
aku diam,
keheningan yang menyiksa,
paskah,
di bawah kibaran ponco abri,
bersama warta harapan,
kegesitan si pencari telur paskah
tiba mendapatkan telur-telurnya
telah menjadi batu-batu kali.
yang KERAS, tak bisa dipecah,
malah melukai tangan-tangan lembut itu.
paskah,
kembali ke Galilea,
mungkin bertemu andrea.
Diposkan oleh
Mahatma
di
Sunday, March 23, 2008
0
komentar
March 20, 2008
jalan pulang sang khianat
aku sang khianat !
ke mana aku harus pulang ?
jejak jejak kakiku menempel pada cerita-cerita purba.
tentang yudas si murid, tentang brutus si kawan dan
tentang lucifer si iblis besar.
jejak kakiku ada dalam cerita bahkan dalam awal mula cerita.
aku lahir bersama cerita.
oh sang kakak cerita,
cintakah kau padaku ?
mengapa engkau selalu mengajakku !
hadir dalam ketidakhadiran.
aku bukan si bohong.
aku membelamu dari cerita dusta,
dengan makna di seberang neraka.
aku menolak seruan setia,
akulah sang ingkar,
yang ingin berbagi dan berseru : AHA !
Guru-guru bijak mengusirku :
"khianat, pulanglah ke rahim ibumu !
Ibumu, Sang Dewi Bahasa, tetap menerimamu dengan tangan terbuka,
engkau si anak haram dari Sang Dewi Bahasa !"
itulah AHA, akhir cerita, kematian kakakku.
bertemu dengan ibunda tercinta,
yang melahirkanku bersama dengan cerita,
yang mengakuiku, sebagai anaknya,
anak haramnya !
Diposkan oleh
Mahatma
di
Thursday, March 20, 2008
0
komentar
March 19, 2008
di tempat matahari tetap bersinar
dalam kepungan tirani visualitas,
cerita yang paling purba meminta untuk dilirik.
pengkhianatan, intrik, dan perselingkuhan.
si anak haram keluar dengan sentuhan ilahi.
pengkhianatan terbesar melibatkan keilahian.
tatanan iblis besar diobrak-abrik oleh keilahian.
kontaminasi
dan berakhir dengan si anak haram.
wahai sang anak haram !
kehadiranmu tetaplah suatu harapan,
di tempat matahari tetap bersinar.
untuk sang bayi tiga hari yang dibuang !
Diposkan oleh
Mahatma
di
Wednesday, March 19, 2008
0
komentar
March 18, 2008
tujuh lima belas
hari yang dimulai dari pukul tujuh lima belas.
masih ada lima belas menit untuk mandi dan berangkat kuliah.
aha ! kok tidak ada keharusan untuk cepat2 dan terburu2 ?
tetap nyantai !
ini lain dari biasanya !
sampai di kampus juga gak telat !
masih ada waktu satu menit ngobrol di tempat nongkrong.
dimulai dengan telat, tapi telat bukan suatu bencana.
kalo mo telat ya telat,
tapi hidup tidak tergantung sama telat khan ?
yang perlu diliat
kok telat ?
tadi malem buat tugas !
trus gak jadi dikumpulin, didiemin ma dosen.
la trus ?
gak papa, persiapan itu yang membuat hidup santai,
boleh dicoba besok gak persiapan,
cuma mo buktikan tingkat ke"nyantai"an aja !!!!
oke check !
Diposkan oleh
Mahatma
di
Tuesday, March 18, 2008
0
komentar
March 17, 2008
angelus novus (memoria)
ketemu teman lama.
teman seminari tahun 1998,
sudah 10 tahun ya ? yup.
ini adalah memoria, suatu gerak mengingat kisah yang tak tercatat
dalam buku sejarah. suatu cerita yang terlupakan.
ini adalah pandangan sang angelus novus
yang ditiup badai firdaus,
ia tetap memandang ke belakang,
ke reruntuhan yang tak terperhatikan.
ia adalah tatapan ke masa lalu,
ia adalah memoria.
ingatan pertama tentang nama, tubagus.
ingatan kedua tentang momen kebersamaan.
memoria memilih objeknya dalam setiap pertemuan.
kali ini, usaha memotong waktu dilakukan dengan mengingat,
suatu usaha yang sering ditakuti oleh para pemenang dan pencatat sejarah.
memoria adalah milik orang sederhana yang bertahan, menggali hasrat dan
semangat dari yang puing-puing masa lalu.
beranikah aku mengingat dan berkisah tentang masa lalu ?
kembali bertemu dengan diriku ?
sejajar dengan diam.
Diposkan oleh
Mahatma
di
Monday, March 17, 2008
12
komentar
diam (1)
pernah memasuki momen diam ?
keluar rumah, dalam kebisingan, ketemu orang,
tapi yang ada hanya diam ?
apakah pernah memasuki diam ?
pertemuan dengan orang hanya sebatas melihat,
mencermati, kadang menelanjangi.
tetapi tetap diam.
pengalaman diam yang satu ini bisa membuat tidak tahan.
ruang publik yang dimasuki,
tidak mengantar pada pengalaman relasi.
yang ada adalah diam.
dalam suasana sedih, karena kematian misalnya,
diam adalah sesuatu yang tidak tertahankan.
mengapa orang begitu takut akan diam ?
ada apa dalam diam ?
dalam diam, orang bertemu diri sendiri !
takut ketemu diri sendiri ?
mari memasukinya !
Diposkan oleh
Mahatma
di
Monday, March 17, 2008
1 komentar
manusia yang menanti malam (atau tentang diam)
aku menanti malam malamku yang biasa menemaniku
mengapa engkau berlama-lama bercumbu dengan sang senja ?
tidakkah engkau segera ingin bertemu denganku ?
malam-malamku,
ingin segera aku melihatmu kembali,
menengokku dalam diam,
diam yang tidak menyakitkan,
Diposkan oleh
Mahatma
di
Monday, March 17, 2008
0
komentar
cari kerja
hari ini aku menjadi pengangguran,
sedang mencari kerja sana-sini,
mengapa harus ada hasrat untuk mencari kerja ?
dari mana datangnya ?
bagaimana akan kuapresiasi ?
kelihatannya berbeda dengan hasrat bekerja.
mencari kerja berarti mencari sesuatu di luar diri.
menciptakan kerja itu membuat kerja,
menjadikan kerja sebagai bagian dari milikku sendiri.
mari kita ciptakan kerja !
hari ini juga mau membayar hutang tulisan.
seseorang bertanya tentang apa itu relasi ?
sudah tiga bulan yang lalu,
tapi hutang itu selalu menghantuiku,
seperti penghantuan kapitalisme di eropa di jaman Marx,
membuatku dreaming for mounth !
mungkin, tulisan tentang relasi bisa kumulai
dari relasi dengan temanyang bertanya itu,
penghantuan dari pertanyaannya adalah bentuk relasiku
dengan dirinya atau minimal dengan masalahnya.
Diposkan oleh
Mahatma
di
Monday, March 17, 2008
0
komentar
March 15, 2008
ayat-ayat cinta !
dah liat ayat2 cinta tentunya !
yup.
di mana ?
di youtube !
hehe...penginnya gratisan.
adegan paling mengesan ? ada dua.
pertama pas di depan sungai nil ( ketoke dudu sungai nil)
dialog tentang jodoh. percaya adanya jodoh.
percaya ato gak percaya gak ngaruh.
soale mariane ayu hahaha.....
itu adegan yang paling tak terkatakan deh...
garapan mas hanung ciamik.
kedua, pas maria ngomong ke fahri di depan aisyah (sebelum meninggal)
Maria : ternyata cinta itu berbeda dengan keinginan memiliki !
la iya lah mbak !
aku juga merasakan itu dah lama.
buat mas hanung !
aku gak perlu mati kayak maria buat menangkap perbedaan itu !
hehe...
secara keseluruhan aku jatuh hati sama film ini.
siap menerima berapa penghargaan ya fim ini ?
ketoke aku juga kudu nonton di biosk0p nih,
tapi itu tadi,
kalo nontonnya sendiri mah sama aja sama refleksi si maria :
cinta itu berbeda dengan keinginan untuk memiliki,
dan aku ada di jajaran yang harus merelakan keinginan untuk memiliki itu.
nonton ah....
Diposkan oleh
Mahatma
di
Saturday, March 15, 2008
4
komentar
March 14, 2008
cerita
cerita adalah saya.
Dan dari sayalah mulai cerita.
Ceritanya, saya mengumpulkan cerita dari teman-teman.
So, ini adalah cerita-cerita dari teman-teman yang sayang kalau dibuang.
Lebih baik dikumpulkan dan kalau ada waktu dilihat kembali.
cerita saya selesai.
dan mulailah cerita bercerita...
Diposkan oleh
Mahatma
di
Friday, March 14, 2008
2
komentar
March 13, 2008
detik2 terakhir (1)
detik-detik terakhir,
kelihatannya, hal2 yang dilekati oleh kata "terakhir" memiliki daya tarik.
makna yang ditimbulkan juga membuat kelihatan lebih magis.
kata "detik" diberi kata " terakhir", sepertinya hendak mengatakan habis dan hilang.
sesuatu yang akan berakhir itu akan habis dan hilang.
terhadap situasi habis dan hilang, manusia segera bereaksi.
manusia tidak mau hilang dan habis begitu saja
kemanusiannya menggerakkan untuk memberikan arti.
dalam rangka hasrat untuk menjadi berarti itulah, kata " terakhir" menjadi penting.
ada juga sih, pelekatan kata akhir yang tidak langsung menunjuk segi
keberartian dari manusia.
sebut saja sale di pusat perbelanjaan " ini hari terakhir"
artinya, kesempatan terakhir untuk mendapatkan keuntungan.
juga menuju pada kehilangan dan habisnya kesempatan,
tapi tidak pada hilang atau habisnya keberartian sebagai manusia.
sekarang aku sedang dalam detik2 terakhir menuju pengumpulan skripsi.
Diposkan oleh
Mahatma
di
Thursday, March 13, 2008
0
komentar
March 11, 2008
filsafat sebagai ilmu kritis
hari ini aku meluangkan waktu membaca kembali buku yang 8 tahun yang lalu tak baca.
Bukunya Franz Magnis Suseno Filsafat Sebagai Ilmu Kritis.
Dari sisi tata bahasa, sudah terasa kurang menarik dan kalimatnya sudah terkesan kuno.
Tetapi, mungkin saja malah menambah nuansa filosofis.
Buku yang terkenal dengan frase "di taman norma-norma"
suatu metafora tentang berbagai norma yang terhampar luas laksana taman.
di dalamnya ada kambing sebagai perusak dan ada juga tukang kebon yang menatanya.
Filsafat itu laksana kambing ? atau tukang kebon yang menata ?
Franz Magnis, memposisikan filsafat sebagai anjing yang selalu menyalak,
menggonggong terhadap setiap pembakuan norma, tetapi juga berani mengatakan sesuatu
secara tegas demi suatu keterbukaan untuk dikritik.
Jadi ada dua hal. Pertama, kritik dalam arti menimbang2 positif-negatif, atau sebut saja menilai, dan Kedua, menyatakan halnya, atau mencaritahu untuk akhirnya mengatakan sesuatu tentang kebenaran.
Dengan tulisan itu, Magnis-Suseno ingin mengkritik pemikir dan aliran pemikiran yang enggan untuk mengambil posisi. Keengganan mengambil posisi mengakibatkan imun terhadap kritik.
Aku jelas terhenyak. Sedang asyik2nya membaca Derrida kok ditanya tentang posisi.
Derrida khan sering dianggap tidak menyatakan posisi sehingga seakan-akan imun terhadap kritik. Pendapat semacam itu jelas tak berdasar. Tetapi, di sini, aku gak mau menyinggung perdebatan seputar Derrida dan pemposisiannya. Lanjutkan dulu saja cerita tentang bukunya Magnis.
Magnis mencoba menelusur dalam kerja etika. Sebagai filsafat, etika juga bersikap kritis. Ia bukan sesuatu yang beku tetapi cair. Etika itu ilmu bukan ajaran "how to". SO, Etika memang bertugas di tempat yang berbeda dengan moralitas. Magnis memposisikan etikanya dekat dengan dua tradisi yaitu Etika Diskursus Habermas dan Etika Afrika.
Dari Etika diskursus ia mengambil sisi dinamis dari etika sebagai suatu proses kesepakatan. Kekurangannya, etika macam ini kurang sesuai digunakan dalam kelompok sosial partikular.
Dari Etika Afrika, ia mengambil sisi penghormatan terhadap norma tradisional tetapi tetap terbuka pelaksanaannya dalam situasi yang konkret.
Intinya, Magnis menekankan etika yang menghargai norma tetapi juga mau terbuka untuk dialog.
Tanggapan.
Nah, sekarang aku mo nanggapi dari sisi Derrida.
Dari pengalamanku membaca Derrida dan Dekonstruksinya,
suasana yang dimunculkan Magnis itu senafas dengan yang dilakukan Derrida.
Aku tidak mau memaksakan, tetapi ada beberapa kesamaan.
Sebut saja pertama dalam tegangan menghargai tradisi di satu pihak,
dan menghargai konteks di pihak lain.
Kedua, tentang sikap kritis dan universalitas yang disyarakatkan dalam suatu etika Diskursus.
Tentang yang pertama, Derrida menyebut dengan istilah epokhe ( hampir sama dengan Husserl). Dalam diskusi tentang Keadilan, Derrida juga menyuarakan hold on bagi suatu tindak adil. Tindakan adil perlu tetap menjaga relasil dengan hukum, tetapi di lain pihak juga harus melampuainya, untuk menemukan hukum baru.
Tentang yang kedua, Dekonstruksi itu dapat disebut sebagai filsafat kritis. Ia bukan suatu ajaran yang terkalkulasi dan menawarkan cara untuk bertindak. Dekonstruksi juga dapat dilihat sebagai itu suatu penyelidikan fenomenologis. Hal ini sama dengan salah satu pengandaian etika yang dibahas Magnis.
Tentang universalitas, ini yang perlu hati-hati. Bila asumsi dari etika diskursus adalah norma yang universal, Derrida mencoba melihatnya secara berbeda. Memang ada suatu yang akan datang yang memiliki klaim yang murni (misalnya keadilan yang murni yang masih selalu akan datang), tetapi apakah akan universal atau tidak, seakan-akan Derrida menyangkalnya. Hal ini dilakukan karena setiap pemastian akan klaim universal itu sudah selalu gagal. Derrida juga tidak ingin menyatkan tentang ada tidaknya klaim universal. Mengatakan ada-tidaknya, adalah "kategori" pemikiran Being, atau Hedeggerian. Derrida menolak pemikiran ontologi Heidegger. Derrida menyatkan bahwa pemikiran tentang asumsi universal dari suatu norma itu lebih baik dipikirkan sebagai suatu kondisi kebolehjadian, atau suatu condition of possibility dari sesuatu yang universal, yang memungkinkan hadirnya yang universal. Bukan berarti yang universal itu bisa dicerap, tetapi hanya mau mengatakan bahwa yang universal itu selalu mrucut untuk diungkap. Karenanya, sulit juga untuk mendiskusikan dan menyetujui adanya hal yang universal itu tadi.
Sebagai catatan penutup.
Magnis telah meletakkan gerak dari filsafat yang selalu mengkritik segala sesuatu termasuk dirinya sendiri. Hal ini digarisbawahi oleh pemikiran Derrida dengan Dekonstruksinya yang selalu berusaha untuk mempertanyakan setiap pemikiran. Yang masih terbuka untuk diteliti adalah Mendekonstruksi Dekonstruksi. Secara logis, mendekonstruksi Dekonstruksi hasilnya adalah Dekonstruksi itu sendiri. Tetapi pengalaman yang bagaimana itu ? masih perlu dipelajari lagi. Tertantang ?
Diposkan oleh
Mahatma
di
Tuesday, March 11, 2008
0
komentar
March 10, 2008
kuyakin cinta (d'cinnamons) vs puisi (GIE)
hari ini aku terkesan sama KUYAKIN CINTA d'cinnamons
tiap kali mencoba menyanyikan dengan gitar, selalu gak pas.
kuncinya emang standar tapi lagu ini ternyata sulit juga.
enaknya emang diikuti pas dengerin, jadi keliatan bisa nyanyi.
padahal ra iso.
nek gek ra mood, tegang, gelisah n berakhir dalam hampa, omong tentang CINTA itu gombal,
n gak relevan banget. sing penting khan kerjaan !
la ini malah kebalikannya, enteng banget omong tentang CINTA.
lirik lagunya kelihatannya positif banget mengemakan CINTA.
apalagi lirik yang berkembang :
dari keinginan untuk percaya
menuju percaya yang dihayati.
Benarkah cinta mampu mengobati
segala rasa sakitku ini
ingin kupercaya-ingin kupercaya
Kutahu cinta kan mengobati
segala hampa hatiku ini
Kini kupercaya, kini kupercaya
kebetulan urutan lagu di bawahnya : pusinya GIE yang dinyanyikan EROS.
[...] Kita begitu berbeda dalam semua
kecuali dalam cinta
cahaya bulan menusukku dengan ribuan pertanyaan
yg takkan pernah aku tahu dimana jawaban itu
bagai letusan berapi bangunkan dari mimpi
sudah waktunya berdiri mencari jawaban kegelisahan hati
berani menyatakan bahwa ada CINTA,
tapi tetap setia pada pencarian CINTA,
gak berhenti pada percaya.
Seringkali "percaya" adalah suatu gerak kebodohan
yang tak rasional, sekedar ingin berhenti bertanya dan mencari.
Sekali lagi, ini "seringkali".
Antara CINTA rasional dan yang ringan, tinggal percaya aja.
Blog-blog pengalaman yang sempat kutemukan mengatakan bahwa
cinta yang mudah dan tinggal percaya itu malah terlalu jauh dari dekapanku.
itu adalah impian si kecil yang masih
"diminta minum susu sambil dibenarkan letak kemejanya"
yang dekat dan relevan adalah cinta yang membangunkanku dari tidur
seperti kekagetan saat mendengar letusan gunung berapi.
Cinta kok rasional ?
ya memang, seperti itu.Rasionalitasnya bukan terletak dalam kemungkinannya untuk dipertimbangkan.Rasionalitasnya hadir dalam kemampuannya membangunkanku dari buaian CINTA itu sendiri.CINTA yang membuai itu juga memiliki daya dorong untuk membangunkanku.Bangun untuk segera mencari kegelisahanku.Suatu respon positif di hadapan permasalahan.Tentunya, ini bukan suatu kehampaan lagi.
Ini Magma CINTA, bukan lagi buaian mama.
Dan karena selalu mencari, ia datang tertunda,
ia membangkitkan gairah untuk berharap
bahwa ia masih akan datang.
Suatu futural possibility, yang selalu mengatakan mungkin.
CINTA, ke mana kaubawa aku besok ?
Diposkan oleh
Mahatma
di
Monday, March 10, 2008
2
komentar
March 09, 2008
bajak laut
Masih inget film bajak laut ?
terakhir liat ya pirates of the caribean (yang ketiga)
ceritanya, semua bajak laut kumpul di sarang bajak laut sedunia.
walau punya musuh yang sama, punya tujuan sama, tapi tetap ada
motif pribadi. Itu yang membuat film bajak laut itu dinamis,
ada konflik dan tegangan yang tak terduga.
nah, aku juga merasa ada dimensi bajak laut dalam berkelompok.
sebut saja pengalaman bajak laut.
Kita satu kelompok beberapa kali melakukan sesuatu bersama-sama
tetapi biasanya mencari cantolan kepentingan sendiri-diri.
Ini tidak skeptis terhadap yang namanya ketulusan,
tapi adanya kepentingan pribadi membuat semangat tersendiri.
Istilah kerennya ya mengintegrasikan tujuan bersama dengan diri.
Aku juga merasa menjadi bajak laut .
Menjadi bajak laut adalah salah satu penerimaan diri,
pengakuan kecenderungan diri, dan akhirnya suatu relasi yang lebih mendalam.
nah, yang terakhir ini aku merasa paling dinamis.
Namanya juga bajak laut, pasti ada suka dukanya,
kadang konyol, kadang pas memperoleh apa yang diharapkan,
kadang juga nihil. Jadi lebih tahulah, trik dari tiap bajak laut.
Kembali lagi, bahasa kerennya, suatu pemahaman akan orang lain.
Pertemuan bajak laut terakhir minggu lalu cukup konyol.
Ini pertemuan bajak laut ke-berapa ya ? Kelihatannya ketiga.
Minimal pertemuan ketiga setelah menyadari diri bahwa
ada sisi bajak lautnya. Atau minimal, setelah salah satu dari bajak laut
menyadari kebajaklautannya dan menyadarkan yang lain bahwa semuanya
juga sudah terinfeksi virus bajak laut.
Pertemuan bajak laut yang bisa dianggap sukses, dibandingkan pertemuan sebalumnya.
Pulang membawa kabar gembira masing2.
Ada yang berlanjut dikit, ada yang apes, cuma dapet critan lanjutanya.
Inilah dunia bajak laut, siapa akan menjadi bajak laut selanjutnya ?
Diposkan oleh
Mahatma
di
Sunday, March 09, 2008
1 komentar
gairah
pilihan mo buat blog muncul saat aku merasa gak punya harapan
ini bukan refleksi sok serius tentang segala sesuatu,
tetapi suatu harapan untuk sekedar melanjutkan hidup
dengan suatu semangat baru.
saat skripsi sudah menjelang berakhir,
badan merasa tidak enak.
tubuh sudah biasa diajak bekerja dengan ritme yang tinggi
saat diajak santai, mencoba hidup tanpa tegangan, tanpa tekanan
rasannya hampa.
hampa dalam arti sedalam-dalamnya,
pertanyaan tentang gairah hidup mengemuka.
hidupku perlu tantangan baru,
ide mo aktif buat blog muncul,
kelihatannya blog mengakomodasi hasrat yang tak berakhir
untuk mencari tantangan baru.
apakah hasrat untuk selalu mencari tantangan ini
suatu pengingkaran akan kodrat kematian ?
apakah ini jenis penghindaran akan pikiran tentang keberakhiran ?
mbuh, yang jelas, semangat menyala adalah kehidupanku.
the show has just begin, and will never been satisfied 'til the end.
Diposkan oleh
Mahatma
di
Sunday, March 09, 2008
1 komentar
Copyright © 2011 mahatmaberkata-kata
Designed by headsetoptions, Blogger Templates by Blog and Web